Senin, 12 September 2016

Renungan


Mari kita renungkan …tentang :

1.Kepala kita! Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba yang tiada daya di hadapan  Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia?

2. Mata kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?

3. Telinga Kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan utk mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?

4. Hidung Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak yatim piatu yang sangat kehilangan kedua orangtuanya dan sangat mendambakan cinta bunda dan ayahnya?

5. Mulut kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?

6. Tangan Kita! Apakah sudah kita gunakan utk bersedekah kepada dhuafa, membantu sesama yang kena musibah, membantu sesama yang butuh bantuan, mencipta karya yang berguna bagi ummat atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta orang yang tak berdaya?

7. Kaki Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermanfaat, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?

8. Dada Kita! Apakah didalamnya tersimpan perasaan yang lapang, sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?

 9. Perut kita! Apakah didalamnya diisi oleh makanan halal dan makanan yang diperoleh dengan cara yang halal sehingga semua terasa nikmat dan barokah. Atau didalamnya diisi oleh makanan yang diperoleh dengan cara yang tidak halal, dengan segala ketamakan dan kerakusan kita?

10. Diri kita! Apakah kita sering tafakur, tadabur, dan selalu bersyukur atas karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?


Wallahu’alam bishshawab..

Hikmah Tahajud

Hikmah Tahajud

Sewaktu si fulan esok harinya akan melaksanakan test interview untuk sebuah pekerjaan pada jam 09.30 pagi esok hari, nenek si fulan pun sehari sebelumnya menyarankan untuk shalat tahajud pada harinya. Dikarenakan bangun malam pada malam hari, maka si fulanini mengantuk, eh ... ketiduran dan ketika dilihat sudah jam 11.00 maka tidak sampailah dia di Wisma Nugra Santana, tempat di mana dia seharusnya interview, dan menggerutulah dia sambil menyalhkan neneknya.

Kemudian menyebranglah dia untuk berganti bis untuk pulang sambil terus menyalahkan neneknya, karena ternyata tahajjudnya tadi malam itu malah menyulitkannya hari ini, bukan memudahkan dia untuk lulus ... tapi benarkah ??

Sesaat kemudian ada seorang laki-laki yang berdasi diloggarkan seperti kelelahan,dan berjas safari masuk. Karena tidak punya tempat duduk, dia berdiri didekat si fulan. Si fulan mempersilahkan laki-laki itu untuk duduk, kemudian terjadilah percakapan.

"Dari mana pak, kok kayanya kecapean?", tanya si fulan. "Ini, sopir saya nggak bisa mengantar saya  kekantor, karena harus mengantar istrinya, lalu mobilnya malah rusak sekalian, dan ketika saya perbaiki, ada beberapa kunci yang belum dimasukkan ke bagasi oleh sopirsaya, jadinya malah nggak bisa apa-apa, mending saya ke kantor pakai bis saja ...", jawab laki-laki itu.

"Lalu ade sendiri mau ke mana?", tanya laki-laki itu. "Iya nih pak... saya juga sebenarnya mau interview di Nugra Santana, tapi karena tahajjud tadi malam, malah ketiduran sampe sini", jawab si fulan. "Saya juga mau ke Nugra Santana, memangnya interview di mana de?" sambil berfikir bahwa si fulan ini baik juga akhlaknya karena mau tahajjud. "Di PT XXX" jawab si fulan.

Cuma dalam hitungan detik, bapak itu mencoba melihat formulir dari si fulan, dan kemudia dilihatnya sesuatu yang menarik abginya, lalu dikatakannya kepada si fulan "De, anda tahu ? formulir pemanggilan ini yang ditanda tangani ini adalah formulir dari PT saya, dan sayalah yang bertanda tangan di bawah ini untuk memanggila ade"

Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu memutuskan si fulan pun langsung bisa masuk menjadi karyawan PT itu, tanpa susah-susah wawancara. Subhanallah ....